"Tuhan, bila rizki saya masih di langit, mohon turunkanlah.
Bila rizki sy jauh, dekatkanlah,
Bila rizki sy sulit, mudahkanlah,
Bila rizki sy lama, segerakanlah,
Bila rizki sy sedikit, banyakkanlah,
......."

Doa Dluha ini seharusnya juga diikuti dg tindakan riil.

* Bila sdg punya tugas yg saat ini sdh hadir di hadapan mata, maka segera dituntaskan. Bukankah yg diminta tadi rizki yg segera, dan GPL "ga pake lama".

* Bila musyawarah sdh menghasilkan solusi, maka segera melaksanakannya. Bukan malah menyia-nyiakan rizki yg ada, lalu sibuk mencari2 lagi yg lain.

* Bila mampunya mengerjakan sampai level 10, maka kerjakan sesempurna mungkin. Bukankah makin bagus kualitas, maka makin banyak rizkinya.

* Bila sdh ada yg menunggu diladeni, maka segera saja take action dan tidak menundanya. Bukankah yg diminta tadi rizki yg dekat, dan bukan yg jauh.

* Bila calon yg dipilih sdh jelas bersedia, maka segera saja tekadkan melamar. Bukan malah masih mau cari serep lain sbg ban cadangan...

SAYYIDUL ISTIGHFAR

SAYYIDUL ISTIGHFAR اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَاْ عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إَلَّا أَنْتَ Allaahumma Anta Rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu`u laka bi ni’matika ‘alayya, wa abuu`u laka bi dzanbii faghfir lii, innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta Ya Allah, engkau adalah Rabb ku tidak ada yang berhak disembah selain engkau, engkau yang telah menciptakanku dan aku adalah hambamu, dan aku berada di atas perjanjian-Mu semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat, aku mengakui nikmatmu atas ku dan aku mengakui dosa-dosaku maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain-Mu… ***Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang mengucapkannya pada siang hari seraya meyakininya, kemudian ia mati sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan siapa saja yang mengucapkannya pada malam hari seraya meyakininya, kemudian ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga (HR. Bukhari : 5659)

:: TERIMALAH TAUBATKU ::

Aku telah terlena oleh keindahan hidup ini
menatap dunia dalam keangkuhan
tertawa seakan esok tak ada penderitaan
dan melupakan apa yang menjadi kepatuhan sesungguhnya
Langkahku semakin jauh dan jiwaku semakin terlarut
hingga meninggalkan norma-norma kehidupan
yang semestinya tidak aku tinggalkan
sampai dengan kemarin aku masih saja mengabaikan perintahMu

Kini saat Engkau menyentuh diriku dengan peringatanMu
Aku tak lagi mampu tertawa dalam penderitaanku
Langkahku terhenti dan tak mampu untuk berlalu
Keangkuhan merubahku dalam kehinaan
dan menyadarkan diri ini siapa aku

Ya Allah..
Masih pantaskah aku memohon padaMu
setelah semua yang telah aku perbuat
Masih layakkah diriku menjadi hambaMu
setelah aku mengabaikan perintahMu
Aku hanyalah setitik debu yang hina
yang penuh khilaf dan dosa
yang tersadar karena gelisah dikala susah

Ya Allah..
dihamparan kain yang lusuh jiwa ini tertunduk dan bersimpuh
Memohon ampun atas segala khilaf dan dosa
memohon petunjuk agar semua dapat berubah
dan berharap agar Engkau menunjukkan yang terbaik dalam hidupku

Engkaulah sebaik-baiknya Maha Pengasih dan Penyayang
Engkaulah sebaik-baiknya Penolong dan Pemaaf
Maka Ampunilah aku.
Amin......

:: SHOLAT KARENA ALLAH ::

Seseorang bertanya kepada Aisyah ra., "Beritahukanlah kepadaku sesuatu yang luar biasa pada diri Rasulullah saw yang pernah engkau lihat?" Jawab Aisyah ra., "Tidak ada pada diri beliau yang tidak luar biasa, segala sesuatu yang beliau lakukan luar biasa. Pernah pada suatu malam beliau berbaring bersamaku, lalu beliau saw berkata, "Biarkanlah aku beribadah kepada Allah sekarang." Beliau bangun dari tempat tidurnya lalu mengerjakan sholat. Baru saja memulai sholat, beliau langsung menangis bercucuran air mata sehingga membasahi dada. Kemudian beliau ruku' juga sambil menangis. Demikian pula ketika sujud, beliau juga menangis. Dan ketika bangun dari sujud, beliau masih menangis. Kemudian terdengarlah Bilal ra mengumandangkan adzan Fajar. Saya berkata, "Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis, bukankan engkau maksum, dan Allah telah berjanji mengampuni segala dosamu, baik yang akan datang maupun yang telah lalu?" Jawab Nabi saw., "Apakah tidak sepatutnya saya menjadi hambaNya yang bersyukur?" Sabda beliau selanjutnya, "Mengapa saya tidak berbuat seperti ini, padahal Allah telah berfirman :

"Sesungguhnya mengenai penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda -tanda bagi mereka yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri dan duduk atau pun di waktu berbaring dan memikirkan tentang kejadian langit dan bumi lalu berkata : Ya Tuhan kami, Tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau. Maka lindungilah kami dari adzab neraka."
(Lihat Al Qur'an surat Ali Imron 190-191)

Masih banyak riwayat lainnya yang menyebutkan betapa panjangnya shalat malam Nabi saw. Demikian lamanya beliau berdiri shalat hingga kaki beliau menjadi bengkak. Sebagian sahabat berkata, "Ya Rasulullah, mengapa engkau demikian bersusah payah mendirikan sholat, padahal Allah telah mengampuni seluruh dosamu?" Nabi saw menjawab, "Apakah tidak sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur? (Hadits riwayat Bukhori)

Allah hu a'lam....
mudah-mudahan bermanfaat.....

http://news.detik.com/read/2014/01/22/151542/2474954/10/semua-akses-terputus-karena-banjir-jepara-terisolir

Kudus, Pati dan Jepara dinyatakan Darurat Banjir.

http://news.detik.com/read/2014/01/21/232512/2474189/10/basarnas-nyatakan-darurat-banjir-di-tiga-wilayah-di-jawa-tengah